A. Definisi Konseptual Kreativitas
Pemikiran Konseptual
(Conceptual Thinking) adalah kemampuan untuk mengidentifikasi pola atau
hubungan yang tidak nampak dengan jelas. Termasuk didalamnya menyimpulkan
informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas,
mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks
dan menciptakan konsep-konsep baru.
B. Definisi Operasional Kreativitas
Kreativitas
merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas) dan
originalitas dalam berfikir serta kemampuan untuk mengelaborasi mengembangkan,
memperkaya memperinci suatu gagasan. (Munandar SCU, 1077)
C. Definisi Kreativitas Menurut Clark
Kreativitas
merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu
sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan
dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting). (Jung
1961, Clark 1986).
D. Teori – Teori Kreativitas
1. Teori Psikoanalisa
Pribadi kreatif dipandang sebagai seorang yang
pernah mengalami traumatis, yang
dihadapi dengan memunculkan gagasan-gagasan yang disadari dan tidak disadari
bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma. Teori ini
terdiri dari :
a. Freud
Freud menjelaskan proses kreatif dari
mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun
kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme
sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual
tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi
- Regresi
- Konpensasi -
Proyeksi
- Sublimasi -
Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi - Pemindahan
- Identifikasi -
Kompartementalisasi
- Introjeksi
b. Ernest Krist
Ernest Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan
regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.
Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang
paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias
“seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat
mempertahankan “sikap bermain”
mengenai masalah-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian
mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan
inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The
Survive of The Ego).
c. Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran
(ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan
kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul
penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.
2. Teori Humanistik
Teori Humanistik melikat kreativitas sebagai hasil dari
kesehatan psikologis tingkat tinggi. Teori ini
meliputi :
a. Abraham Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia
mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah:
-
Kebutuhan
fisik/biologis
-
Kebutuhan
akan rasa aman
-
Kebutuhan
akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
-
Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
-
Kebutuhan
aktualisasi / perwujudan diri
-
Kebutuhan
estetik
Kebutuhan-kebutuhan
tersebut mempunyai urutan hirarki. Keempat
Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan
berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan
“being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan
dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat
mendapat kilasan ilham (flash of insight).
b. Carl Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari
pribadi yang kreatif, yaitu:
-
Keterbukaan
terhadap pengalaman
-
Kemampuan
untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
-
Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan
konsep-konsep
Apabila seseorang memiliki ketiga ciri ini maka kesehatan
psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya
menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau
kondisi tersebut juga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk
kreasi.
3. Teori Csikzentimihalyi
I.
Ciri
pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis
(genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap
warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi
pemusik.
II.
Minat pada usia dini pada ranah tertentu
Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah
tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
III.
Akses
terhadap suatu bidang
IV.
Access
to a field
Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat + tokoh-tokoh
penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir,
mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam bidang yang
diminati sangat penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang
penting.
V.
Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang
luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir setiap situasi dan untuk
melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya.
Sumber :
No comments:
Post a Comment