Nama : Tita Rahmi Priwanti
NPM : 1D514116
Kelas : 3PA14
A. Pengertian Psikologi Manajemen
Psikologi manajemen adalah suatu
studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam
rangka melaksanakan funsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
B. Pengertian Manajemen
Secara etimologis manajemen berasal
dari kata “management” yang artinya ketatalaksanaan, tata pimpinan, dan
pengelolaan. Dalam bahasa Arab istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam,
yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan
segala sesuatu pada tempatnya.
Secara terminology yang diambil
kesimpulannya menurut para ahli manajemen adalah serangkaian kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, mengendalikan, dan mengembangkan
segala upaya dalam mengatur dan mendaya gunakan sumber daya manusia, sarana dan
prasarana untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan secara efektif
dan efisien.
C. Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen
adalah seangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan
fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam
pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari empat fungsi, yaitu:
1) Perencanaan
atau Planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk
mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi
dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
2) Pengorganisasian
atau Organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik
yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur
organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja
secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
3) Pengimplementasian
atau Directing, yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh
seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak
tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan
produktivitas yang tinggi.
4) Pengendalian
dan Pengawasan atau Controlling, yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan
seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan
diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.
I II. Perencanaan
/ Planning
A. Pengertian Perencanaan/Planning
Manajemen selalu
berkaitan erat dengan perencanaan, perencanaan itu sendiri merupakan bagian
atau elemen yang tidak mungkin akan terpisahkan dalam lingkup manajemen. Karena
perencanaan sebagai inti dalam manajemen yang menghubungkan satu elemen dengan
elemen lainnya.
Perencanaan berasal
dari akar kata rencana atau plan (dalam bahasa inggris), yang mempunyai arti
konsep, atau sesuatu yang akan dikerjakan. Jika diberi imbuhan pe- dan -an,
maka pe-rencana-an dalam KBBI perencanaan mempunyai arti proses, cara, atau
proses merencanakan (merancangkan).
Sedangkan definisi
perencanaan secara umum yang berkaitan dengan manajemen ialah sebuah proses
mengartikan tujuan organisasi dan membuat strategi-strategi khusus untuk
mencapai tujuan organisasi tersebut.
Beberapa ahli
mendefinisikan perencanaan sesuai sudut pandang mereka tersendiri, namun
definisi mereka pun tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Seperti Erly Suandi
(2001:2) yang memberikan definisi perencanaan sebagai proses penentuan tujuan
organisasi dan kemudian menyajikan dengan jelas strategi-strategi ,
taktik-taktik , dan operasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi secara
menyeluruh. Terry (1975) Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan
fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa
datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang
diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Begitupun dengan
Abdulrachman (1973) Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan
fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk
melaksanakan tindakan-tindakan kemudian. Ataupun dipersingkat dengan jelas oleh
Kusmiadi (1995) yang menafsirkannya sebagai proses dasar yang kita gunakan
untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
Jadi perencanaan dalam
sebuah manajemen adalah sebagai proses. Proses disini diartikan sebagai cara
menafsirkan berbagai tujuan organisasi. Setelah tujuan-tujuan tersebut di
tafsirkan, lalu dicari strategi-strategi, cara-cara, taktik-taktik, apapun
untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Segala tujuan itu dicapai dengan semua
sumber daya yang ada dalam organisasi.
B. Langkah – Langkah Dalam Menyusun Planning
Ada banyak langkah
dalam menyusun perencanaan, namun ada 5 langkah yang dapat merepresentasikan
secara umum penyusuna perencanaan, langkah-langkah tersebut adalah :
1) Menentukan
Tujuan
Proses menentukan
tujuan merupakan bagian awal dari proses penyusunan perencanaan. Kegiatan ini
sebagai pemberi batas pada tujuan organisasi agar tidak menyebar terlalu luas
sehingga banyak sumber daya yang terbuang. Dengan penetapan tujuan , sasaran
dan prioritas secara rinci dan jelas maka organisasi dapat mengarahkan sumber
daya agar mencapai tujuan lebih efektif dan efisien.
2) Mengidentifikasi
Situasi dan Kondisi Organisasi
Situasi dan Kondisi organisasi yang
diidentifikasi adalah situasi yang sedang berlangsung saat ini. Tentulah
kepandaian membaca situasi dan kondisi diperlukan untuk memcapai tujuan.
Perencanaan ketika telah menentukan tujuan atau sasaran tentulah organisasi
dapat melihat sejauh mana organisasi itu telah berjalan menuju tujuan, seberapa
banyak sumber daya saat ini, sumber daya apa yang telah dimiliki saat ini,
kekurangan apa yang mesti di tambah, atau di perbaiki. Hal tersebut merupakan
data awal organisasi dalam menentukan rencana-rencana selanjutnya guna mencapai
tujuan dengan hasil yang jauh lebih baik dari sebelumnya ataupun dari kondisi
yang sedang berlangsung.
3) Memanfaatkan
Faktor Pendukung dan Menyiasati Faktor Penghambat
Setelah menentukan
tujuan, lalu mengidentifikasi situasi dan kondisi, hal yang selanjutnya
dilakukan dalam perencanaan adalah memanfaatkan segala faktor pendukung untuk
mencapai tujuan organisasi agar hasil menjadi jauh lebih baik. Adapun dibalik
faktor pendukung ada pula faktor penghambat dalam mencapai tujuan. Faktor
penghambat itu disisasati guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan. Faktor – faktor tersebut dapat mempermudah dan mempersulit mencapai
tujuan. Disini kekuatan dan kekompakan suatu organisasi dapat teruji, kekuatan
dan kekompakan organisasi tersebut sebagai kunci perencanaan yang baik.
4) Menyusun
Langkah Kongkret Perencanaan
Selanjutnya adalah
menyusun langkah kongkret perencanaan. Langkah kongkret digunakan sebagai acuan
untuk mencapai tujuan atau hasil. Langkah-langkah yang telah disusun lalu di
kembangkan dan dipilih dari berbagai alternatif yang ada, dan disesuaikan mana
yang paling cocok, dan yang paling efektif guna mencapai tujuan yang
diinginkan.
5) Mengembangkan
Metode Pengawasan dan Evaluasi
Langkah yang
selanjutnya ini merupakan langkah terakhir dalam perencanaan . Langkah ini
sebagai jalur yang menentukan agar organisasi berjalan sesuai kesepakatan yang
telah disepakati bersama. Metode pengawasan dan evaluasi berisi konsep yang
mengantisipasi hal – hal yang telah di prediksikan ataupun yang tidak
terprediksi. Ini memungkinkan organisasi melakukan metode ini sebagai evaluasi
dini bagi para sumber daya agar bekerja sesuai dengan harapan organisasi.
Pengawasan dan Evaluasi diperlukan organisasi agar kondisi yang terjadi dapat
dijadikan acuan dan pembelajaran guna memaksimalkan kinerja dan meminimalisir
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Tentulah segala hal tersebut di
rencanakan dan di konsep sebaik mungkin guna mencapai tujuan atau cita-cita
organisasi.
C. Manfaat Planning Dalam Manajemen
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1) Membantu
manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
2) Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama
3) Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
4) Pemilihan
berbagai alternatif terbaik
5) Standar pelaksanaan dan pengawasan
6) Penyusunan skala prioritas, baik sasaran
maupun kegiatan
7) Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
8) Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan
pihak terkait
9) Membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
10) Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
11) Menghemat waktu, usaha dan dana.
D. Jelaskan Jenis – Jenis Planning Dalam Organisasi
Berdasarkan tujuan organisasi, perencanaan
dikelompokkan dalam 3 jenis perencanaan
:
1)
Perencanaan Strategis
Dari misi organisasi
diturunkan tujuan strategis. Rencana strategis ditujukan untuk mencapai tujuan
strategis. Biasanya rencana strategis ditetapkan oleh manajemen puncak.
2)
Perencanaan Taktis
Rencana taktis
diturunkan dari misi dan rencana strategis. Rencana taktis ditujukan untuk
mencapai tujuan taktis yang merupakan bagian tertentu dari rencana strategis.
Fokus pada hubungan manusia dan aksi, dan biasanya ditetapkan oleh menajemen
menengah.
3)
Perencanaan Operasional
Tujuan operasinal diturunkan
dari tujuan dan rencana taktis. Rencana operasional lebih sempit dengan jangka
waktu yang lebih pendek dan banyak melibatkan
manajemen tingkat bawah.
Sumber :
Mortimer R. Fienberg, dkk. 1996. Psikologi Manajemen. Jakarta: Mitra Utama
Hasibuan, Malayu S.P.2007. Manajemen
Dasar, Pengertian, dan Masalah.
Jakarta: Bumi Aksara.
M.A. Mukhyi. 1995.
Pengantar Manajemen Umum.
Jakarta:
Universitas Gunadarma
Husaini Usman. 2008. Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.
T. Hani Handoko. 1984. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Wiludjeng,
Sri.
2007. Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Garaha Ilmu.
No comments:
Post a Comment