Empowerment, Stress dan Konflik
Pengertian Empowerment
Pemberdayaan (empowerment) adalah tindakan yang memberikan seorang individu atau tim hak dan fleksibilitas untuk membuat keputusan dan melaksanakan tindakan. Hal ini semakin diperluas dan sangat disarankan dibanyak organisasi saat ini.
Pengertian Stress
Menurut Handoko (1993) stress merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Kondisi yang cenderung menyebabkan stress disebut stressor.
Sumber stress
Menurut Prijosaksono dan Kurniali (2005), sumber-sumber stress utama dibagi ke dalam 4 golongan:
Survival Stress, stres ini dapat terjadi dalam suatu keadaan dimana keselamatan jiwa terancam.
Internally Stress, hal ini dapat disebabkan oleh kekhawatiran yang berlebihan atas hal-hal yang diluar kontrol kita. Biasnya hal ini terjadi akibat tingkah laku kita sendiri atau suatu keadaan yang kita ciptakan sendiri, misalnya menantang bahaya dengan kendaraan ngebut.
Environmental & Job Stress, lingkungan kerja yang tak kondusif, tempat tinggal yang tak nyaman dan sumpek, dan kemacetan lalu lintas bisa memicu stres.
Fatigue & Overwork, terlampau banyak hal yang ingin dikejar, dikerjakan, dan banyak rencana, namun tidak fokus dan waktu yang terlalu singkat. Penumpukan kerjaan dapat memicu stres. Demikian pula halya dengan orang yang terjebak kedalam perilaku kerja berlebihan (workaholic), maka ia masuk kedalam perangkap stress of overwork.
Pengertian Konflik
Menurut Robbins (2002: 199) konflik adalah adanya konsep oposisi, keterbatasan, sumber daya, dan hambatan, serta asumsi adanya ketidaksesuaian kepentingan dan tujuan antara dua kelompok atau lebih.
Sedangkan menurut Mullins dan Wijono (2012: 203) konflik merupakan kondisi terjadinya ketidaksesuaian tujuan dan munculnya berbagai pertentangan perilaku, baik yang ada didalam diri individu, kelompok maupun organisasi.
Jenis-jenis konflik
Jenis-jenis konflik dibedakan dalam beberapa jenis, antara lain:
Konflik seorang dengan dirinya sendiri
Setiap orang pasti memiliki harapan, cita-cita, keinginan, hasrat. Kesemuanya dinamakan target. Terget yang tersebut ingin dicapai, menimbulkan tekanan. Yaitu, target memaksakan orang tersebut untuk segera merealisasikan (target) untuk dapat terwujud dengan baik.
Konflik seorang dengan orang lain
Konflik seperti ini bisa terjadi karena permasalahan yang bersifat pribadi atau karena masalah pekerjaan. Menyebabkan seseorang dengan orang lain terlibat perselisihan dan persaingan baik secara langsung maupun perang urat syaraf.
Konflik seorang dengan organisasi
Jenis konflik ini bisa terjadi karena seseorang tidak puas dengan organisasi. Ketidakpuasan terjadi karena organisasi tidak bisa memenuhi tuntutan-tuntutan pekerja seperti perubahan status, kenaikan gaji, kejelasan berkarier untuk dipromosikan keberbagai posisi yang mengarah ke arah atas. Dan sebaliknya, organisasi mulai tidak memperhatikan karyawannya, karena tidak puas dengan kinerja para pekerja/pegawai.
Konflik antarbagian di dalam organisasi
Terjadinya konflik ini akibat salah satu bagian seperti dijadikan “anak emas” karena prestasi yang mereka hasilkan. Akibatnya bagian-bagian lain seperti merasa diabaikan dan menyebabkan adanya rasa apatis, benci, dan “menutup diri” untuk menjalin komunikasi dengan bagian lain. Bila pun akhirnya terpaksa harus bertemu bagian lain, itu hanya untuk menghindari sanksi dari atasan. Komunikasi setengah hati seperti ini, akan menyebabkan penyebaran informasi menjadi tersendat.
Konflik antarorganisasi
Seseorang bisa saja berteman dengan orang lain dengan akrabnya. Atau hubungan seseorang dengan yang lain begitu baik karena adanya hubungan kekerabatan. Tetapi bisa saja berubah tidak harmonis karena perselisihan. Perselisihan terjadi karena tiap-tiap orang, masing-masing membela organisasi yang berbeda. Bagaimana pun pendapat orang lain, karena loyalitas akan membela terus organisasinya. Dan karena membela organisasi seseorang bisa merusak hubungan dengan orang lain dan beranggapan lebih baik memiliki ikatan dengan organisasi karena akan lebih penting dan bermanfaat dibanding mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Proses-proses konflik
Kondisi yang mendahului (antecendent condition). Kondisi ini terdiri dari faktor-faktor yang pada umumnya membawa pada konflik.
Kemungkinan konflik yang dilihat (perceived potential conflict). Pada tahap ini satu atau kedua belah pihak melihat kemungkinan konflik diantara mereka.
Konflik yang dirasa (felt conflict). Pada tahap ini, tubrukan kepentingan dan kebutuhan terjadi. Satu pihak atau kedua belah pihak yang terlibat melihat keadaan yang tidak memuaskan, menghambat, menakutkan, mengancam.
Perilaku yang tampak (manifest behavior). Pada waktu konflik sudah terjaid orang-orang menanggapi dan mengambil tindakan. Bentuknya dapat secara lisan, seperti saling mendiamkan, bertengkar, berdebat; atau nyata dalam perbuatan, seperti bersaing, bermusuhan atau menyerang.
Konflik ditekan atau dikelola (supressed or managed conflict). Pada tahap ini konflik yang sudah terjadi dapat ditekan. Artinya konflik ditiadakan. Secara lahiriah konflik itu tampak seperti sudah selesai, meskipun masalah intinya tidak ditangani dan pihak-pihak yang berkonflik hanya sekedar berdampingan dalam suasana panas itu. Atau konflik dikelola dan diselesaikan.
Sesudah konflik diselesaikan ( management aftermath). Bila konflik tak dikelola dan diselesaikan, kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik menanggung segala akibatnya entah bagi diri sendiri, kerja, hubungan dengan orang lain, atau lembaga tempat orang bekerja. Bila konflik dan berhasil, pihak-pihak yang terlibat perlu menindaklanjuti hasil pengelolaan itu.
Cari kasus yang berkaitan dengan stress dan konflik
Pengeboman di Legian Kuta, Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 yang memberikan dampak negatif pada bidang ketenagakerjaan, ribuan karyawan sektor pariwisata terancam mengalami pemutusan hubungan kerja akibat menurunnya turis yang berwisata ke Bali. Kondisi ini tentu membuat karyawan resah yang berakibat pada timbulnya stres. Solusi, pemerintah sebaiknya membuat cara untuk mempromosikan Bali kembali, bahwa Bali adalah tempat wisata yang aman dan menyuguhkan pemandangan yang indah pastinya. Agar para turis kembali berdatangan, merasa aman untuk datang ke Bali dan pastinya membantu para karyawan yang terancam mengalami pemutusan hubungan kerja. Bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.
Komunikasi dalam Manajemen
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu ilmu dan seni penyampaian suatu pesan dari komunikator kepada komunikan, sehingga tercapai suatu pengertian bersama. Menurut Kozier & Erb (1995) komunikasi adalah pertukaran informasi anatar dua orang atau lebih, atau pertukaran ide, perasaan, dan pikiran.
Proses Komunikasi
Komunikator
Pesan
Media
Komunikan
Pengaruh
Hambatan Komunikasi
Perbedaan Bahasa dan Persepsi
Setiap hari kita menerima input berupa pemandangan, suara, bau, dsb. Lesikar dkk (1999) mengilustrasikan oikiran kita yang mengatur input ini menjadi peta mental (mental map) yang mewakili persepsi kita mengenai realitas. Bahkan bila dua orang mengalami peristiwa yang sama, bayangan mental mereka mengenai peristiwa itu tidak akan identik. Karena persespi anda unik, gagasan yang ingin anda sampaikan berbeda dengan orang lain. Sebagai pengirim, anda memilih rincian yang tampaknya penting bagi anda, yaitu proses yang dikenal sebagai persepsi selektif. Sebagai penerima, anda mencoba menyesuaikan rincian baru kedalam pola yang sudah ada dalam diri anda.
Gangguan Komunikasi
Menurut Locker (2000), ada 2 gangguan dalam berkomunikasi, yaitu:
Gangguan Emosional. Anda akan sulit menyusun pesan jika anda sedang kecewa, marah, atau takut.hal inilah yang menyebabkan gagasan dan perasaan sering membuat kita sulit bersikap objektif.
Gangguan Fisik. Hambatan komunikasi sering kali bersifat fisik: hubungan yang buruk ,akustik yang jelek, dan tulisan yang tak dapat dibaca. Walaupun gangguan jenis ini tampaknya kecil, namun hal ini dapat menghambat pesan yang sebenarnya efektif.
Overload Informasi
Komunikasi bisnis sering terganggun karena materinya rumit dan kontroversial. Jumlah pesan bisnis yang disampaikan semakin hari semakin banyak dan peluang untuk terjadinya umpan balik sering terbatas, sehingga sulit untuk meluruskan salah pengertian ketika hal itu terjadi. Dengan memahami berbagai hambatan komunikasi yang ada dalam organisasi, peluang untuk mengatasinya akan meningkat.
Penyaringan yang Tidak Tepat
Menyaring adalah membuang atau menyingkat informasi sebelum pesan itu diteruskan kepada orang lain. Namun apabila hal tersebut mempengaruhi jumlah dan mutu informasi yang diteruskan, tentu akan mempengaruhi komunikasi efektif yang diharapkan. Dalam bisnis, banyak saingan antara anda dan penerima, sekretaris, asisten, mesin penjawab, dan voice-mail.
Pengertian Komunikasi Interpersonal efektif dalam organisasi
Komunikasi interpersonal dapat dikatakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindalanjuti dengan sebuah pembuatan secara sukarela oleh penerima pesan, dapat meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi, dan tidak ada hambatan akan hal itu. Komunikasi interpersonal efektif adalah komunikasi yang terkandung dalam tatao muka dan slaing mempengaruhi, mendengarkan, menyampaikan pernyataan, keterbukaan, kepekaan yang merupakan cara paling efektif dalam mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung.
Adapun komunikasi efektif dalam organisasi mencakup dua jenis, yakni:
Componential
Menjelaskan komunikasi antar pribadi denganmengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
Situational
Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung di sekitarnya.
Model Pengolahan Informasi dalam Komunikasi
Model ini berdasarkan teori belajar kognitif (Piaget) dan berorientasi pada kemampuan seseorang dalam memproses informasi untuk memperbaiki kemmapuannya. Pengolahan informasi mengacu kepada cara orang menangani rangsangandari lingkungan, mengorganisasi data, mengembangkan konsep dan memecahkan masalah, serta mengunakan lambang verbal dan non verbal.
Model pengolahan informasi mencakup empat jenis, yaitu:
Rational
Model ini berasumsi bahwa orang beroperasi dalam model pengolahan dikontrol menggunakan prosedur analitis.
Limited Capacity
Model ini menunjukkan bagaimana orang menyederhanakan pengolahan informasi.
Expert
Model ini bergantung pada model limited capacity.
Cybernetic
Model ini berpendapat bahwa informasi diproses dari waktu ke waktu.
Model Interaktif Manajemen dalam Komunikasi
Model interaktif manajemen mencakup lima jenis, yaitu:
Confidence
Dalam manajemen, timbulnya suatu interkasi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.
Immediacy
Model organisasi yang membuat suatu organisasi tersbeut menjadi segar dan tidak membosankan.
Interaction Management
Adanya berbagai interaksi dalam manajemen, seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.
Expressiveness
Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.
Other Orientation
Adanya komunikasi antara komunikasi dengan satu pihak ke pihak lain, sebagai tukar menukar informasi.
Daftar Pustaka
Pearce, John A., Robinson. 2008. Manajemen Strategis. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
Umar, Husein. 2005. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Zainul, Zen. 2007. Kekuatan Metode Lafidzi. Jakarta: Qultum Media
Duha, Timotius. 2014. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Deepublish
Martono, M. 1994. Konflik di Tempat Kerja. Yogyakarta: Kanisius
Nugroho, Wahjudi. 2009. Komunikasi Dalam Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori Dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Med Press
Sukoco, Badri M. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta: Erlangga
No comments:
Post a Comment