Thursday, October 30, 2014

Tokoh Psikologi Industri dan Organisasi (Psikologi Umum)



Hugo Munsterberg (1863 – 1916)
A.   Biodata tokoh
Hugo Munsterberg (1 Juni 1863 - 16 Desember 1916) adalah seorang psikolog Jerman-Amerika. Dia adalah salah satu pelopor dalam psikologi terapan, memperluas penelitian dan teori-teorinya untuk Industri / Organisasi (I / O), pengaturan hukum, medis, klinis, pendidikan dan bisnis. Munsterberg mengalami gejolak besar dengan pecahnya Perang Dunia Pertama. Terpecah antara kesetiaannya kepada Amerika dan tanah airnya, ia sering membela tindakan Jerman, menarik reaksi yang sangat kontras.

Hugo Munsterberg dilahirkan dalam sebuah keluarga pedagang di Danzig (sekarang Gdansk, Polandia), maka sebuah kota pelabuhan di Prusia Barat. Ayahnya Moritz (1825-1880), adalah seorang pedagang kayu yang sukses dan ibunya, Minna Anna Bernhardi (1838-1875), seorang seniman yang diakui dan musisi, adalah istri kedua Moritz. Moritz memiliki dua anak dengan istri pertamanya, Otto (1854-1915) dan Emil (1855-1915), dan dua dengan Anna, Hugo (1863 -1916) dan Oscar (1865-1920). Keempat anak tetap dekat, dan mereka semua menjadi sukses dalam karier mereka. Sebuah neo-Renaissance villa di Detmold, Jerman, bahwa Oscar tinggal masuk dari 1886-1896 baru-baru ini direnovasi dan dibuka sebagai pusat kebudayaan.
Keluarganya memiliki kasih yang besar dari seni, dan Munsterberg didorong untuk mengeksplorasi musik, sastra, dan seni. Kedua ibu dan ayahnya meninggal sebelum ia berusia 20 tahun. Ketika ia berusia 12, ibunya meninggal. Hal ini menandai perubahan besar dalam kehidupan anak muda, mengubah dirinya dari seorang anak riang ke seorang pemuda yang jauh lebih serius. Kemudian pada tahun 1880 ayahnya juga meninggal.

B.   Apa yang dibahas dan kembangkan
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya Psychology and Indutrial Efficiency, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:
a. Menempatkan seorang pekerja terbaik (best possible person) yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.
b. Menciptakan kondisi kerja yang terbaik (best possible work) yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.
c. Menggunakan pengaruh psikologis (best possible effect) agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.
Dalam tiap bidang, Munsterberg menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Sebagai contoh, pengujian psikologi dapat digunakan untuk membantu dalam memilih karyawan yang memenuhi syarat. Penelitian cara belajar dapat membantu dalam memperbaiki cara latihan. Dan penelitian tentang tingkah laku manusia  dapat merumuskan teknik-teknik bimbingan kejuruan modern untuk menentukan ketrampilan yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan dan untuk mengukur ketrampilan calon pekerja merupakan hasil penelitian Munsterberg.

C.   Foto Tokoh


D.   Referensi

No comments:

Post a Comment