Hugo Munsterberg (1863 – 1916)
A.
Biodata tokoh
Hugo Munsterberg (1
Juni 1863 - 16 Desember 1916) adalah seorang psikolog Jerman-Amerika.
Dia adalah salah satu pelopor dalam psikologi terapan, memperluas penelitian dan teori-teorinya untuk Industri
/ Organisasi (I
/ O), pengaturan hukum,
medis, klinis, pendidikan
dan bisnis. Munsterberg
mengalami gejolak besar dengan pecahnya
Perang Dunia Pertama. Terpecah antara
kesetiaannya kepada Amerika dan tanah airnya, ia sering membela tindakan Jerman,
menarik reaksi yang
sangat kontras.
Hugo Munsterberg dilahirkan
dalam sebuah keluarga pedagang di
Danzig (sekarang Gdansk,
Polandia), maka sebuah
kota pelabuhan di Prusia Barat.
Ayahnya Moritz (1825-1880),
adalah seorang pedagang kayu yang sukses dan ibunya,
Minna Anna Bernhardi
(1838-1875), seorang seniman yang diakui dan musisi,
adalah istri kedua Moritz. Moritz memiliki dua anak
dengan istri pertamanya, Otto (1854-1915) dan
Emil (1855-1915), dan dua dengan Anna,
Hugo (1863 -1916)
dan Oscar (1865-1920).
Keempat anak tetap
dekat, dan mereka semua menjadi
sukses dalam karier mereka. Sebuah
neo-Renaissance villa
di Detmold, Jerman,
bahwa Oscar tinggal
masuk dari 1886-1896 baru-baru ini direnovasi dan dibuka sebagai
pusat kebudayaan.
Keluarganya memiliki kasih yang besar dari seni, dan Munsterberg didorong untuk mengeksplorasi musik, sastra, dan seni. Kedua ibu dan
ayahnya meninggal sebelum ia berusia 20 tahun.
Ketika ia berusia 12, ibunya meninggal. Hal
ini menandai perubahan besar dalam kehidupan anak muda, mengubah
dirinya dari seorang anak riang
ke seorang pemuda yang jauh lebih
serius. Kemudian pada tahun 1880
ayahnya juga meninggal.
B.
Apa yang dibahas dan kembangkan
Hugo merupakan pencetus psikologi industri
sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya Psychology and Indutrial Efficiency, ia memberikan 3 cara untuk
meningkatkan produktivitas:
a. Menempatkan
seorang pekerja terbaik (best possible person) yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan
yang akan dikerjakannya.
b. Menciptakan
kondisi kerja yang terbaik (best possible work) yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk
memaksimalkan produktivitas.
c. Menggunakan
pengaruh psikologis (best possible effect) agar memperoleh dampak yang paling tepat
dalam mendorong karyawan.
Dalam tiap bidang, Munsterberg menyarankan
penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen. Sebagai
contoh, pengujian psikologi dapat digunakan untuk membantu dalam memilih
karyawan yang memenuhi syarat. Penelitian cara belajar dapat membantu dalam
memperbaiki cara latihan. Dan penelitian tentang tingkah laku manusia
dapat merumuskan teknik-teknik bimbingan kejuruan modern untuk menentukan
ketrampilan yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan dan untuk mengukur
ketrampilan calon pekerja merupakan hasil penelitian Munsterberg.
C. Foto Tokoh
D. Referensi
No comments:
Post a Comment