Teori Kepribadian Sehat
Nama :
Tita Rahmi Priwanti
NPM :
1D514116
Kelas :
2PA14
Teori Kepribadian Sehat:
A.
Aliran
Psikoanalisis
Sigmund
Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud
pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang
tidak normal atau menyimpang. Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian
adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya bahwa manusia
termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari.
Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan
alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan
alam bawah sadar.
Dalam
psikologi Freudian, ketiga tingkat kehidupan mental ini dipahami, baik sebagai
proses maupun lokasi. Tentu saja, keberadaan lokasi dari ketiga tingkat
tersebut bersifat hipotesis dan tidak nyata ada di dalam tubuh. Sekalipun
demikian, ketika membahas alam tidak sadar, Freud melihatnya sebagai suatu alam
tidak sadar sekaligus proses terjadi tanpa disadari.
-
Alam
Tidak Sadar
Alam tidak
sadar (unconscious) menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting
yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan
kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, sering kali kita tidak
menyadari proses mental yang ada dibalik perilaku tersebut. Misalnya seorang
pria bisa saja mengetahui bahwa ia tertarik pada seorang wanita tetapi tidak
benar-benar memahami alasan dibalik ketertarikannya, yang bisa saja bersifat
tidak rasional.
Dorongan
tidak sadar ini muncul di alam bawah sadar setelah menjalani transformasi
tertentu. Contohnya, seseorang dapat mengekspresikan dorongan erotis atau
keinginan untuk melukai orang lain dengan cara menggoda atau mengolok-olok
orang lain. Dorongan sejati (seks atau agresi) menjadi terselubung dan
tersembunyi dari alam sadar kedua orang tersebut. Akan tetapi, alam tidak sadar
orang kedua secara langsung. Keduanya dapat memuaskan dorongan seksual maupun
agresif, tetapi tak satupun di antara mereka menyadari motif di balik godaan
atau olok-olok tersebut. Dengan cara inilah, alam tidak sadar seseorang bisa
berkomunikasi dengan alam tidak sadar dari orang lain, keduanya sama-sama tidak
sadar akan proses tersebut.
Tentu saja,
alam tidak sadar bukan berarti tidak aktif atau dorman. Dorongan-dorongan di
alam tidak sadar terus-menerus berupaya agar disadari, dan kebanyakan berhasil
masuk ke alam sadar, sekalipun tak lagi muncul dalam bentuk asli.
Pikiran-pikiran yang tak disadari ini bisa dan memang memotivasi manusia.
Contohnya, amarah seorang anak terhadap ayahnya bisa terselubung dalam bentuk
kasih sayang yang berlebihan. Apabila tak bisa disembunyikan, rasa marah
seperti ini sudah tentu akan menyebabkan si anak merasa sangat cemas. Oleh
karena itu, alam bawah sadarnya memotivasinya untuk mengekspresikan rasa marah
melalui ungkapan rasa cinta dan pujian yang berlebihan. Agar selubung itu
benar-benar berhasil mengelabui orang tersebut, maka sering kali perasaan
tersebut muncul dalam bentuk yang sama sekali berbeda dengan perasaan yang
sebenarnya, tetapi selalu muncul dalam bentuk yang berlebihan dan penuh
kepura-puraan. Mekanisme ini dikenal dengan pembentukan reaksi (reaction
formation).
-
Alam
Bawah Sadar
Alam bawah
sadar (preconscious) ini memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa
muncul kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud, 1993/1964). Isi alam
bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar
(conscious perception). Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu
singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian
beralih ke pemikiran lain.
Sumber
kedua dari gambaran-gambaran bawah sadar adalah alam tidak sadar. Sedangkan
sejumlah gambaran lain dari alam tidak sadar bisa masuk ke alam sadar karena
bersembunyi dengan baik dalam bentuk mimpi, salah ucap, ataupun dalam bentuk
pertahanan diri yang kuat.
-
Alam
Sadar
Alam sadar
(conscious), yang memainkan peran tak berarti dalam teori psikoanalisis,
didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam
kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung
kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar bisa masuk ke
alam sadar yaitu sistem kesadaran perseptual (perceptual conscious), yaitu
terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita
tentang stimulus dari luar.
Sumber
kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencakup
gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun
gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang
berasal dari alam tidak sadar.
Kepribadian Sehat Menurut Psikoanalisis
:
-
Menurut
freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
-
Kemampuan
dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
-
Mental
yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
-
Tidak
mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
-
Dapat
menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan.
B.
Aliran
Behavioristik
Aliran
psikologi behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologi yang didirikan oleh
John B.Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan
unsur subjek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner,
kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam.
Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis
jiwa manusia berdasarkan laporan - laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang
berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak).
Behaviorisme
secara keras menolak unsur-unsur kesadaran yang tidak nyata sebagai obyek studi
dari psikologi, dan membatasi diri pada studi tentang perilaku yang nyata.
Dengan demikian, Behaviorisme tidak setuju dengan penguraian jiwa ke dalam
elemen seperti yang dipercayai oleh strukturalisme. Berarti juga behaviorisme
sudah melangkah lebih jauh dari fungsionalisme yang masih mengakui adanya jiwa
dan masih memfokuskan diri pada proses - proses mental. Behaviorisme ingin
menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan
diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya
manusia tidak membawa bakat apa - apa.
Manusia
akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan
sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan
yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada
pendekatan ilmiah yang sungguh - sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret
dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti
sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh
kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif.
Fungsionalisme
menjadi dasar bagi behaviorisme melalui pengaruhnya pada tokoh utama
behaviorisme, yaitu Watson. Watson adalah murid dari Angell dan menulis
disertasinya di University of Chicago. Dasar pemikiran Watson yang memfokuskan
diri lebih proses mental daripada elemen kesadaran, fokusnya perilaku nyata dan
pengembangan bidang psikologi pada animal psychology dan child psychology
adalah pengaruh dari fungsionalisme. Meskipun demikian, Watson menunjukkan
kritik tajam pada fungsionalisme.
Aliran
behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem
kompleks yang bertigkah laku menurut cara - cara yang sesuai dengan hukum.
Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme
yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak
spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas.
Aliran Behaviorisme memiliki 3 ciri
penting, yaitu:
1.
Menekankan
pada respon - respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.
Menekankan
pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari.
Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.
Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku
manusia dan perilaku binatang. Manusia dapat belajar banyak tentang perilakunya
sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang. Menurut penganut aliran
ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan
diikuti oleh suatu reaksi berupa respon terhadap rangsangan itu.
Jadi, menurut Behaviorisme manusia
dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar.
Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang
sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.
Kepribadian Sehat Menurut
Behavioristik :
-
Memberikan
respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya.
-
Bersifat
sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman sangat dipengaruhi
oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan
sendiri.
-
Menekankan
pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang objektif.
C.
Aliran
Humanistik
Humanistik
mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an.
Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti
Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
Menurut
aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan
potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan
pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk
belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan
respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari
kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau
individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi
diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena
setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala
sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan
kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli
psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus
dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia
juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang
secara potensial menghambat.
Gambaran
ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh
harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas,
memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut
kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan
manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat
biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap
hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah
sikap dan perilaku mereka.
D.
Pendapat
Allport
Secara
umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia. “Kepribadian
manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik
dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam
menyesuaikan diri dengan lingkungannya”.
Dalam
teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke
depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang
dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang
dikemukakan oleh Freud.
Ciri – Ciri Kepribadian
yang matang menurut Allport :
Menurut
Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat
yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku
menurut prinsip otonomi fungsional.
Kualitas Kepribadian yang
matang menurut Allport :
1.
Ekstensi
sense of self
-
Kemampuan
berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
-
Kemampuan
diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
-
Kemampuan
merencanakan masa depan (harapan dan rencana).
2.
Hubungan
hangat/akrab dengan orang lain, Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan
keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan
menghargai dengan setiap orang).
3.
Penerimaan
diri
Kemampuan untuk mengatasi
reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan khusus (misal : mengolah
dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri, presan proporsional.
4.
Pandangan-pandangan
realistis, keahlian dan penugasan
Kemampuan memandang orang
lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam penyelesaian masalah,
memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih, mengatasi pelbagai
persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain yang merusak.
5.
Objektifikasi
diri: insight dan humor
Kemampuan diri untuk
objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor tidak sekedar
menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara positif pada saat
yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.
6.
Filsafat
Hidup
Ada latar belakang yang
mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan tujuan dan arti. Contohnya
lewat agama.
Untuk memahami orang
dewasa kita membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang
dewasa memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu
hal tanpa tahu apa yang ia lakukan.
E.
Pendapat
Rogers
Pendapat
rogers : memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers, yang
meliputi :
1.
Perkembangan
kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari
aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang
telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari
sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin
bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep
self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang
dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
2.
Peranan
positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut
disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu
:
-
Conditional
positive regard (bersyarat)
-
Unconditional
positive regard (tidak bersyarat)
Contohnya, seorang atlet
cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu
ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang
berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang
mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai,
diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan
menerima dengan penuh kepercayaan.
F.
Pendapat
Maslow
Dalam
teori kepribadian sehat ada beberapa macam point yang dijabarkan tentang
pendekatan maslow terhadap kepribadian. Dimana salah satunya maslow menyelidiki
kesehatan psikologis, dimana satu-satunya orang yang dipelajari adalah orang
yang sehat.
Konsep Mental menurut
Abraham Maslow
Hirarki Kebutuhan Manusia
1.
Kebutuhan
Fisiologis : kebutuhan -kebutuhan yang jelas terhadap makanan, air, udara,
tidur, seks dan pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk
kelangsungan hidup. Dan juga kebutuhan ini merupakan yang terkuat dan sifatnya
amat penting dari semua kebutuhan.
2.
Kebutuhan
Akan Rasa Aman : Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan akan
jaminan, stabilitas, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Kebutuhan
akan rasa aman juga merupakan kebutuhan untuk mendapatkan perlindungan agar
dapat melangsungkan hidup dengan baik.
3.
Kebutuhan
Akan Memiliki Cinta dan Kasih : Kebutuhan ini semacam layak untuk mendapatkan
rasa cinta dan kasih sayang terhadap orang lain, baik seperti orang tua, kakak,
adik, sahabat, ataupun saudara dengan tujuan agar merasakan perasaan memiliki.
Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu
hubungan akrab dan penuh perhatian, dan dalam hubungan ini memberi dan menerima
cinta adalah sama pentingnya.
4.
Kebutuhan
Akan Penghargaan : Yaitu penghargaan yang berasal dari orang lain dan juga
terhadap diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari orang lain (dari luar)
misalnya popularitas ataupun keberhhasilan dalam masyarakat. Ada banyak cara
juga supaya orang lain bisa menghargai kita, menurut saya apabila dengan cara
yang negatif, kita bisa saja memamerkan serta gengsi kita dengan apa yang kita
miliki, seperti mengendarai mobil mewah yang kita miliki, membeli rumah besar,
dsb. Kita tidak dapat menghargai diri kita jika kita tidak mengetahui kita apa
dan siapa.
5.
Aktualisasi
diri. Apabila kita telah memuaskan semua kebutuhan diatas, maka kita didorong
oleh kebutuhan yang paling tinggi, yaitu aktualisasi diri. Aktualisasi diri
dapat didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan
semua bakat kita, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Kita harus bisa
menjadi menurut potensi yang kita miliki. Maslow menyebutkan apabila kita dapat
memuaskan kebutuhan kita dari tingkat yang rendah, kita masih merasa aman
secara fisik maupun emosional, mempunyai rasa memiliki dan juga merasa bahwa
kita adalah diri yang berharga. Namun apabila kita gagal dalam tahap
aktualisasi diri ini, maka kita akan merasa kecewa, tidak tenang dan tidak
puas. Dengan begitu, kita tidak akan berada dalam damai pada diri kita sendiri
dan tidak bisa dikatakan bahwa kita sehat secara psikologis.
Kepribadian
Sehat Menurut Maslow
Seperti yang disebutkan diatas,
menurut Maslow jika tingkat kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat terpenuhi,
maka kita tidak bisa disebut sebagai manusia yang sehat secara psikologis.
Maslow juga menyebutkan bahwa orang yang sehat adalah orang mampu
mengaktualisasikan diri mereka dengan baik dan imbang, mereka juga dapat
memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi yaitu memenuhi
potensi-potensi yang mereka miliki serta mengetahui dan memahami dunia sekitar
mereka. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri itu tidak berjuang, tetapi
mereka berusaha, Maslow menyebut teori ini dalam “metamotivation”. Ia juga
menulis “Motif yang paling tinggi ialah tidak didorong dan tidak berjuang”, itu
berarti memang orang yang mampu mengaktualisasikan diri tidak berjuang
melainkan berusaha.
Menurut Maslow, syarat untuk mencapai
aktualisasi diri adalah memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tadi tela
disebutkan, yaitu memuaskan hierarki empat kebutuhan yang ada, diantaranya yang
pertama adalah kebutuhan akan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, cinta
kasih, serta penghargaan diri. Dan kebutuhan ini harus terpenuhi sebelum timbul
kebutuhan akan aktualisasi diri.
Kita juga tidak membutuhkan
kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam waktu yang sama, akan tetapi dapat
membutuhkannya dalam waktu yang berbeda. Hanya kebutuhan yang sangat penting yang
akan dirasakan pada saat bersamaan dan dalam setiap momen tertentu.
Selain itu kepribadian yang sehat
menurut maslow adalah individu yang berhasil mengembangkan cintanya, bukan lagi
diarahkan ke dalam diri sendiri, tetapi bisa diperluas pada orang-orang lain.
Individu yang sehat melihat pertumbuhan dan perkembangan orang lain menjadi
sama pentingnya pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri. Maslow menempatkan
rasa tanggung jawab pada orang lain melalui hierarki kebutuhannya, terutama
pada kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk mendapatkan
penghargaan. Maslow juga menyatakan bahwa pertumbuhan psikologis akan
menghasilkan kesehatan psikologis, sedangkan orang yang gagal bertumbuh dengan
sendirinya akan mengalami gejala patologi baik mental maupun fisik.
Ciri
– Ciri Actualized People :
1.
Menerima
realitas secara tepat
2.
Menerima
diri dan orang lain apa adanya
3.
Bertindak
secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
4.
Memusatkan
pada masalah bukan pada perseorangan
5.
Memiliki
kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
6.
Memiliki
ruang untuk diri pribadi
7.
Menghargai
dan terbuka akan pengalaman dan kehiduapan baru
8.
Memiliki
pengalaman yang memuncak
9.
Memiliki
identitas social dan minat social yang kuat
10. Memiliki relasi yang akrab dengan
beberapa teman
11. Mengarah pada nilai-nilai demokratis
12. Memilki nilai-nilai moral yang tangguh
13. Memiliki rasa humor yang tinggi
14. Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar,
dan kreatif
G.
Pendapat
Fromm
Menurut Fromm, pribadi yang sehat
adalah pribadi yang mampu hidup dalam masyarakat sosial yang ditandai dengan
hubungan-hubungan yang manusiawi, diwarnai oleh solidaritas penuh cinta dan
tidak saling merusak atau menyingkirkan satu dengan lainnya. Tujuan hidup
seorang pribadi adalah keberadaan dirinya itu sendiri dan bukan pada apa yang
dimiliki, pada apa kegunaannya atau fungsinya (A man whose goal in life is
being, not having and using). Dengan demikian, menurut Fromm, orang yang
berkepribadian sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Mampu mengembangkan hidupnya sebagai
makhluk sosial di dalam masyarakat,
2.
Mampu mencintai dan dicintai,
3.
Mampu mempercayai dan dipercayai
tanpa memanipulasi kepercayaan itu,
4.
Mampu hidup bersolidaritas dengan
orang lain tanpa syarat,
5.
Mampu menjaga jarak antar dirinya
dengan masyarakat tanpa merusaknya,
6.
Memiliki watak social yang produktif.
Referensi
http://triaiseiri7.blogspot.co.id/2015/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html?m=1
http://ariefksmwrdn.blogspot.co.id/2015/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html?m=1
http://elfagustiarapratama.blogspot.co.id/2014/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html?m=1
https://blograme.wordpress.com/2013/03/31/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran-humanistik-aliran-psikoanalisis-dan-aliran-behavioristik/
http://ariefksmwrdn.blogspot.co.id/2015/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-abraham.html
http://hildamawardya.blogspot.co.id/2015/04/teori-kepribadian-sehat-menurut.html?m=1
No comments:
Post a Comment